Letak cincin tunangan sering jadi pertanyaan klasik yang bikin bingung. Apalagi kalau sudah mulai serius melangkah ke jenjang berikutnya.
Di Indonesia sendiri, cincin tunangan umumnya disematkan di jari manis tangan kiri. Bukan tanpa alasan, kebiasaan ini berakar dari kepercayaan lama tentang adanya “vena cinta” yang diyakini terhubung langsung ke jantung
Yuk, kita bahas lebih lanjut makna dan sejarah soal cincin tunangan ini. Supaya kamu tidak hanya ikut-ikutan tradisi, tapi juga paham secara mendalam.
Arti Cincin Tunangan
Cincin tunangan adalah simbol komitmen antara dua orang yang sepakat melangkah ke tahap yang lebih serius.
Cincin tunangan melambangkan janji. Janji untuk saling menjaga, saling mendukung, dan mempersiapkan diri menuju pernikahan.
Kilau emas pada cincin tunangan sering dianggap merefleksikan inner brilliance, yaitu kecemerlangan batin kamu dan pasangan dalam membangun hubungan yang sehat dan penuh makna.
Oleh karena itu, banyak pasangan merasa cincin tunangan memiliki nilai emosional yang jauh lebih besar. Bahkan, desain yang sederhana sekalipun bisa terasa sangat istimewa karena menyimpan cerita di baliknya.
Alasan Cincin Tunangan di Jari Manis Kiri
Posisi penyematan cincin tunangan ternyata memiliki sejarah dan makna yang turun-temurun, lho. Dilansir dari berbagai sumber, berikut alasan mengapa jari manis kiri dianggap tepat untuk letak cincin tunangan:
1. Simbol “Vena Cinta” ke Jantung
Kepercayaan dari tradisi Romawi Kuno menyebutkan bahwa jari manis tangan kiri memiliki vena amoris, atau vena cinta, yang diyakini terhubung langsung ke jantung.
Walaupun secara medis ini lebih bersifat simbolis, makna romantisnya masih sangat kuat sampai sekarang.
Tidak heran kalau banyak pasangan memilih jari manis kiri sebagai simbol kedekatan emosional dan cinta.
2. Penanda Status Sebelum Menikah
Di banyak budaya, cincin tunangan di jari manis kiri menjadi penanda bahwa seseorang sudah “taken” dan sedang dalam tahap persiapan menuju pernikahan. Ini semacam sinyal halus ke lingkungan sekitar tanpa perlu banyak kata.
Bagi sebagian orang, hal ini memberi rasa aman dan bangga karena status hubungannya jelas.
3. Kebiasaan yang Sudah Mengakar
Di Indonesia, tradisi ini sudah lama diikuti secara turun-temurun. Banyak pasangan otomatis mengikuti kebiasaan ini karena dianggap paling umum dan “aman”.
Beda Negara, Beda Letak Penyematan
Menariknya, letak cincin tunangan bisa berbeda tergantung negara dan budaya.
Di beberapa negara Eropa seperti Jerman, Rusia, dan India, cincin tunangan justru sering dipakai di jari manis tangan kanan. Bagi mereka, tangan kanan melambangkan kekuatan, kepercayaan, dan komitmen yang nyata.
Di Indonesia sendiri, meskipun jari manis kiri lebih populer, tidak sedikit pasangan yang memilih jari manis kanan. Alasannya beragam, baik pribadi, tradisi keluarga, atau kenyamanan.
Bahkan, ada juga yang memindahkan cincin tunangan setelah menikah, lalu memakainya berdampingan dengan cincin pernikahan.
Pada akhirnya, letak cincin tunangan bukan soal benar atau salah. Melainkan soal makna yang ingin kamu dan pasangan bangun bersama.
5 Tips Memilih Cincin Tunangan yang Bagus
Selain soal letaknya, memilih cincin tunangan juga tidak boleh asal. Ini dia beberapa hal penting yang sebaiknya kamu perhatikan:
1. Pilih Kadar Emas yang Ideal
Emas murni 24K memang terlihat mewah, tapi terlalu lunak untuk perhiasan harian.
Idealnya, cincin tunangan memiliki kadar emas 18K. Kandungan emas murninya sekitar 75%, sehingga tetap berkilau dan kuat untuk dipakai sehari-hari.
Selain itu, emas 18K juga lebih tahan gores dan tidak mudah berubah bentuk, jadi aman untuk penggunaan jangka panjang.
2. Utamakan Desain yang Simple dan Timeless
Desain yang sederhana justru cenderung lebih elegan dan tidak cepat ketinggalan zaman.
Cincin tunangan dengan desain clean akan tetap terlihat cantik dalam jangka waktu lama. Desain simple juga lebih nyaman dipakai untuk berbagai aktivitas.
3. Sesuaikan dengan Karakter Pasangan
Cincin tunangan sebaiknya mencerminkan kepribadian pemakainya. Apakah pasangan kamu tipe minimalis, klasik, modern, atau suka tampilan yang bold?
Memilih model yang sesuai karakter akan membuat cincin terasa lebih personal dan bermakna. Jadi, pastikan pilih cincin tunangan yang “kamu banget”, ya.
4. Pastikan Ukurannya Pas dan Nyaman
Cincin tunangan idealnya menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari, bukan malah mengganggu.
Oleh karena itu, ukuran cincin yang pas sangat krusial. Terlalu longgar berisiko lepas, terlalu sempit terasa tidak nyaman.
Selain ukuran, perhatikan juga kenyamanan desainnya. Pastikan tidak mudah tersangkut dan tidak terlalu berat saat dipakai seharian.
5. Beli di Gerai Perhiasan Terpercaya
Gerai terpercaya biasanya menyediakan sertifikat keaslian dan layanan purna jual seperti resize atau perawatan. Ini penting, apalagi jika cincin akan dipakai dalam jangka panjang.
Selain itu, kamu jadi lebih tenang karena kualitas dan kadar emasnya jelas.
Selain desain dan makna, memilih cincin tunangan berbahan emas juga memberi nilai jangka panjang. Emas memiliki nilai intrinsik yang cenderung stabil dan tahan inflasi. Jadi, bukan hanya simbol cinta, tapi juga aset berharga.
Jika suatu hari cincin tersebut ingin dijual kembali, platform seperti Beli Emas Indonesia bisa menjadi opsi yang aman dan transparan. Dengan harga buyback yang kompetitif dan proses yang jelas, kamu tidak hanya berinvestasi pada cinta, tapi nilai uang. Jadi, sudah siap menentukan cincin tunanganmu?



